Kamis, 30 Desember 2010

Syirik Wa Akhwatuha, Tujuh Macam Dosa Besar, Tiga Dosa A’zam Oleh Kel 3, Ihwati Norcahyani, Ikramah, Jumaidiyah

Syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak di ampuni oleh Allah SWT nanti di hari kiamat. Pada umumnya jika seseorang mendengar kata musyrik, maka cepat terlintas dalam otak dan ialah si penyembah patung, si penyembah berhala dan penyembah api.
Oleh sebab itu, manakala mereka mendapat suatu keberuntungan atau kesuksesan atau di timpa oleh suatu musibah atau malapetaka, mereka tidak langsung berterimakasih atas keberhasilannya, atau mengadukan musibah yang menimpanya itu kepada Allah.
Menurut Alqur’an syirik itu di golongkan atau di kategorikan ke dalam zhulm ظلم )) sebagaimana yang di katakan Allah dalam Surah Lukman ayat 13
( إن الشرك لظلم غظيم ) Sesungguhnya syirik itu adalah zhulm (keaniayaan) yang besar.
Apakah arti zhulm itu ? ( وضع الشئ في غير مو ضو عه ) jadi, sebabnya syirik itu dikatakan zhulm. Karena tidak meletakan sesuatu pada tempatnya, atau tidak mengembalikan sesuatu itu kepada proporsinya yang sebenarnya dan selayaknya. Yang menciptakan kita adalah Allah SWT, yang mendatangkan manfaat dan mudharat itu adalah Allah. Bila seseorang itu memperoleh keberuntungan mendapatkan kebahagiaan atau kesuksesan dalam hidupnya, lalu pergi dan berterimakasih kepada berhala, patung, kubur yang di anggapnya kramat, ketempat-tempat yang di anggapnya angker.
Begitu juga sebaliknya bila ia di timpa suatu musibah atau malapetaka, lalu pergi minta perlindungan dan dibebaskan dari musibah dan malapetaka ke tempat itu pula.
Itulah sebabnya perbuatan yang demikian itu di katakan perbuatan zhulm (syirik). Pada hari kiamat Allah berlepas diri dari orang musyrik dan menyuruh mereka meminta pahala amalnya pada orang atau kepada apa-apa yang di syari’atkanya. Oleh sebab itu, agar amal kita di terima Allah SWT, janganlah disertakan amal itu dengan apapun.
Firman Allah SWT :
فمن كا ن ير جو ا لقاء ربه فليعمل عملا صالحا ولا يشرك بعبا دة ربه أ حدا ( الكهف : 110
Artinya :
Siapa-siapa yang berharap akan menemui tuhannya maka hendaklah ia berbuat amal shalih, dan jangan mempersekutukan atau mensyirikan tuhannya dengan sesuatu apapun juga. ( Q.S Al-Kahfi : 110 )
Hadits Nabi SAW :
عن ا بي سعيد ا بي فضا لة قال : سمعت ر سو ل الله صلي ا لله عليه و سلم يقو ل : إ ذا جمع الله
االاولين و الا خرين ليوم القيامة لا ريب فيه نا دى منا د من كان إ شر ك في عمله االله أحدا فيطلب ثوابه من عنده فان الله اغني الشركاء عن الشرك.

“ Dari abi sa’id ibnu abi fadhalah, ia berkata : aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Bila Allah mengumpulkan orang-orang yang mula-mula dan orang-orang yang akhir nanti di hari kiamat yaitu pada hari yang tidak di ragukan padanya. Berseru orang-orang yang berseru ( yaitu malaikat ). Siapa yang telah mempersekutukan Allah dalam amalnya dengan sesuatu, maka ia mintalah pahalanya pada orang itu. Maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan sesuatu dari sekutunya itu”. ( HR. Tarmidzi dan Ibnu Majah )

B. Macam-Macam Syirik
Ada empat macam syirik yaitu :
1. ( شرك الدعوة ) atau syirik dalam berdo’a
Bentuknya ialah bila mereka sedang di tengah lautan umpamanya, lalu topan dan badai mengamuk dari segala penjuru, mereka hanya meminta pertolongan kepada Allah SWT semata, tapi setelah itu ucapan terima kasihnya kepada makhluk.
2. ( شرك النية و الاردة و القصد )
Syirik niat, kehendak dan sengaja, yaitu orang yang berbuat amal apa saja, tampaknya pada lahirnya karena Allah, tetapi dalam niatnya, kehendaknya dan sengajanya adalah untuk maksud lain, yaitu pada batinnya maksud dari amalnya itu adalah untuk mencari keuntungan dunia, tetapi di selimuti dengan amal akhirat.


3. ( شرك الطاعة )
Yang di maksud dengan syirik ta’at itu itu ialah mentaati, membantu ulama-ulama/pemuka agama ataupun hamba-hamba Allah yang lainnya untuk mendurhakai Allah SWT.
4. ( شرك المحبة )
Syirik mahabbah yaitu menyamakan kedudukan Allah setingkat dengan kedudukan manusia, dan mereka cintai manusia itu sama seperti mencintai Allah SWT. Biasanya mereka mencintai pemimpin-pemimpin dan kepala-kepala itu, karena sesuatu keuntungan yang di harapkan dari mereka.
 Beberapa perbuatan yang di golongkan atau di kategorikan ke dalam syirik
Selain macam-macam syirik yang telah kita jelaskan sebelumnya, banyak lagi perbuatan-perbuatan yang di golongkan/di kategorikan ke dalam syirik,di antaranya :
1) Mendatangi tukang tenung ( tukang ramal )
Tukang tenung itu dalam bahasa arabnya, atau lebih tepatnya dalam bahasa Alqur’an ialah ( كاهن ) artinya yang mendakwakan bila mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang serba mengetahui rahasia-rahasianya.
2) Menggantungkan tangkal azimat
Di antara perbuatan yang di golongkan/di kategorikan kepada syirik ialah menggantungkan azimat pada leher, lengan dan lain-lainnya untuk penolak penyakit-penyakit/bahaya-bahaya. Seperti batu-batu atau manik-manik yang di lubangi dan di beri tali untuk menggantung, atau tali warna-warni dari benang, di bungkus dalam kain dan ada pula yang berupa akar kayu yang di sebut akar bahar yang di pakai sebagai gelang. Bahar itu berarti laut, jadi akar bahar ial akar kayu yang tumbuh di laut. Dan sungguh banyak lagi macam-macamnya jika kita sebutkan semuanya.
3) Bersumpah menggunakan kata selain dari Allah
Di antara perbuatan yang di golongkan/di kategorikan ke dalam perbuatan syirik juga ialah bersumpah dengan kuba-kuba kata-kata selain nama-nama Allah. Umpamanya bersumpah dengan nama bapak, tanah airdan lain-lain. Jadi, bila seseorang terpaksa/di perlukan untuk bersumpah, maka bersumpahlah dengan nama Allah SWT.
Ada tuduhan yang mengatakan, bahwa i’tikad yang memandang kebebasan manusia dalam menentukan perbuatannya merupakan syirik. Tuduhan itu adalah suatu kedzhaliman yang besar, yakni tuduhan orang yang tidak mengerti arti syirik menurut yang di jelskan oleh Alqur’an dan As-sunnah.
Karena yang di sebut syirik itu ialah percaya bahwa ada sesuatu yang mempunyai kekuasaan yang mutlak selain Allah. Seperti i’tikad, kepercayaan orang-orang mengabdi kepada berhala dan meminta oleh perbuatan manusia seperti meminta menang dalam peperangan tanpa kekuatan tentara dan minta sembuh dari penyakit tanpa obat yang telah di tunjukan oleh Allah untuk pengobatan, meminta pertolongan untuk mendapat kebahagiaan duniawi ataupun ukhrawi dengan jalan lain dari yang di anjurkan oleh agama.
Itulah syirik yang di lakukan oleh kaum watasan (penyembah berhala dan sebagainya). Dan oleh orang-orang seperti mereka itu, maka kemudian datanglah syari’at menghapuskanya dan menghancurkannya untuk mengembalikan perkara-perkara yang di luar kekuasaan manusia dan sebab-sebab alami kepada Allah Yang Maha Esa sendirinya saja.

حد يث انس ر ضي الله قال سئل ر سول الله صلي الله عليه و سلم عن الكبا ئر قال : الإ شرا ك بالله
و عقو ق الوالدين و قتل النفس و شهادة الزور.
أخرجه البخا ر ى في – كتا ب الشها دة : - با ب ما قيل في شها دة الزور.

“Hadits Anas ra, di mana ia berkata : Rasulullah SAW di tanya tentang dosa-dosa besar kemudian beliau menjawab : Mempersekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh jiwa (manusia), dan saksi palsu”.
Al-Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam “kitab persaksian” bab tentang apa yang di katakan dalam saksi palsu.
Hadits-hadits tentang tiga dosa A’zam
1. Mempersekutukan Allah SWT
2. Durhaka kepada orang tua
3. Saksi palsu


C. Dosa-Dosa Besar

حديث ابي بكرة قال : قال النبي صلي الله عليه و سلم : الا انبئكم بأ كبر الكبا ئر ثلا ثا, قا لوا : بلي يا رسول الله, قال : الإ شرا ك با الله و عقوق الوالدين و جلس وكان متكئا, فقال الاقوال الزور, قال فما زال يكررها حتي قلنا ليته سكت. أخر جه البخا ري في : - كتا ب الشهادات : - باب ما قيل في الشهادة الزور.

“Hadits Abu Bakrah di mana ia berkata : Nabi SAW bersabda : Maukah kamu aku beritahu tentang sebesar-besar dosa besar ? beliau mengulanginya tiga kali. Para sahabat berkata : Tentu, wahai Rasulullah.Beliau bersabda : (yaitu) Mempersekutukan Allah dan durhaka kepada orang tua, beliau lalu duduk, sebelumnya beliau bersandar lantas berkata : ingatlah kata dusta. Abu Bakra berkata : beliau selalu mengulang-ulannya sehingga kami berkata semoga beliau diam (berhenti)”.
Abu Bukhari mentakhrijkan hadits ini dalam “kitab persaksian” bab tentang apa yang di katakan dalam saksi palsu.

حد يث عبد الله بن مسعود قال : سأ لت النبي صلي الله عليه و سلم أي الذنب اعظم عند الله ؟ قال : أن تجعل لله ندا و هو خلقك, قلت ان ذالك لعظيم, قلت ثم اي ؟ قال : و ان تقتل و لذ ك تخا ف ان يطعم معك, قلت ثم اي ؟ قال : ان تزا ني حليلة جا رك.
اخرجه البخاري في : - كتاب التفسير, تفسير السورة البقارة : - باب قوله تعالي فلا تجعلوا لله اندادا.

"Hadits Abdullah bin Mas’ud di mana ia berkata : saya bertanya kepada Nabi SAW, apakah ada dosa yang paling besar menurut Allah ? beliau menjawab : Kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal dia yang menciptakan kamu, saya berkata bahwa perbuatan itu memang merupakan dosa yang sangat besar, saya bertanya kemusian apa ? beliau menjawab : Kamu membunuh anakmu karena khawatir ia akan makan bersamamu,saya bertanya lagi kemudian apa ? beliau menjawab : Kamu berzina dengan istri tetanggamu”.




حد يث ابي هريرة رضي الله عنه, عن النبي صلي الله عليه و سلم قال : الجتنبوا السبع المو بقات, قالوا يا ر سول الله و ما هن ؟ قال : الشرك با لله و السحر و قتل النفس التي حرم الله إلا با لحق و أ كل الربا و أ كل مال اليتيم والتو لي يوم الزحف و قذ ف المحصنا ت المؤ منات الغا فلا ت.
أجر جه البخا ري في : - كتاب الو صا يا : - باب قول الله تعالي : ان الذين يأ كلو ن اموال اليتام ظلما.

“Hadits Abu Hurairaah ra, dari Nabi SAW bersabda : Jauhilah oleh kalian tujuh macam dosa yang membinasakan, para sahabat bertanya wahai Rasulullah apakah ke tujuh macam dosa itu ? beliau menjawab : Mempersekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa (manusia) yang di haramkan oleh Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari pada saat pertempuran (dalam jihad), dan menuduh (berbuat zina) kepada wanita-wanita yang selalu menjaga diri, mukminat dan tidak pernah berfikir (berzina)”.
Hadits di atas menjelaskan tentang larangan untuk mendekati tujuh macam dosa-dosa besar yang membinasakan,yaitu :
1. Mempersekutukan Allah SWT
2. Sihir
3. Membunuh jiwa (manusia)
4. Makan riba
5. Makan harta anak yatim
6. Lari pada saat pertempuran (dalam jihad)
7. Menuduh (berbuat zina) kepada wanita yang selalu menjaga harga diri



BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN
Syirik merupakan dosa yang paling besar, menyekutukan Allah dan percaya kepada selain Allah dan meminta kepada selain Allah merupakan dosa yang sangat besar, selain itu durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar karena orang tua adalah orang yang paling berjasa, menjadi pelantara kita ke dunia ini, maka kita di wajibkan untuk berbuat baik dan bakti kepada orang tua. Selain itu berdosa membunuh jiwa yang bernafas (manusia) dan saksi palsu, ke empat dosa itu merupakan dosa-dosa besar.

Ada tujuh dosa besar, yaitu :
1. Mempersekutukan Allah SWT
2. Sihir
3. Membunuh jiwa (manusia)
4. Makan riba
5. Makan harta anak yatim
6. Lari pada saat pertempuran (dalam jihad)
7. Menuduh (berbuat zina) kepada wanita yang selalu menjaga harga diri

Untuk itu dari beberapa pembahasan yang telah di uraikan di atas, maka kita sepatutnya menjadikan sebagai suatu pelajaran yang kita amalkan dan kita jadikan petunjuk bagi kehidupan, karena sebagai manusia kita mempunyai sifat yang tidak luput dari kesalahan da kekhilafan.
Semoga apa yang telah kita uraikan dan kita simak tadi menjadi hal yang bermanfaat bagi kita semua. Amin Ya Rabbal A’lamin......


DAFTAR PUSTAKA


Firdaus,H. 1976. Risalah Tauhid. Jakarta:Buku Bintang.
Djaris,Zainal,Arifin. 1996. Islam Aqidah dan Syari’ah. Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada.
Fuad,Muhammad dan Baqi,Abdul. 1993. Al lu’lu wal marjan. Semarang:Ar-Ridha.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar